Lompat ke isi utama

Berita

Dorong Partisipasi Akademisi, Bawaslu Pasaman Barat Sosialisasikan Debat Pemilu di ITS Khatulistiwa

Foto Kegiatan

Anggota Bawaslu Laurencius Simatupang saat melakukan kunjungan dan koordinasi ke ITS Khatulistiwa (YAPPAS) Pasaman Barat, Kamis (9/7/2026).

pasamanbarat.bawaslu.go.id || Pasaman Barat, Dalam upaya memperkuat pendidikan demokrasi dan meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap proses kepemiluan, Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat melakukan kunjungan sekaligus koordinasi ke Institut Teknologi dan Sains (ITS) Khatulistiwa (YAPPAS) Pasaman Barat, Kamis (9/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari sosialisasi pelaksanaan Debat Pemilu Antarmahasiswa yang akan diselenggarakan oleh Bawaslu Republik Indonesia di Gedung Rektorat Universitas Islam Riau (UIR).

Kegiatan ini merupakan langkah strategis Bawaslu dalam mendorong keterlibatan aktif kalangan akademisi, khususnya mahasiswa, sebagai bagian dari upaya membangun budaya demokrasi yang sehat, kritis, dan partisipatif. Melalui forum debat tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami substansi kepemiluan, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyampaikan argumentasi secara ilmiah, serta berkontribusi dalam penguatan kualitas demokrasi di Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat diwakili oleh Anggota Bawaslu sekaligus Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Laurencius Simatupang, didampingi Kepala Subbagian Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Ronny Sulistio beserta jajaran staf. Kehadiran rombongan Bawaslu diterima langsung oleh Rektor ITS Khatulistiwa (YAPPAS) Pasaman Barat, Dr. Nur Asmah, S.H., M.H.

Pada kesempatan tersebut, Laurencius menyampaikan bahwa penyelenggaraan Debat Pemilu Antarmahasiswa merupakan salah satu bentuk pendidikan politik yang dikembangkan Bawaslu RI untuk memperkuat partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam kehidupan demokrasi.

"Mahasiswa merupakan kelompok strategis yang memiliki kapasitas intelektual dan daya kritis dalam mengawal demokrasi. Melalui kegiatan debat ini, Bawaslu ingin menghadirkan ruang pembelajaran yang mampu menumbuhkan kesadaran politik, memperluas wawasan kepemiluan, serta membangun budaya dialog yang konstruktif di kalangan generasi muda," ujar Laurencius.

Ia menambahkan, keterlibatan perguruan tinggi menjadi elemen penting dalam mendukung terciptanya ekosistem demokrasi yang berkualitas. Oleh karena itu, sinergi antara Bawaslu dan institusi pendidikan tinggi perlu terus diperkuat melalui berbagai program pendidikan pengawasan partisipatif dan literasi kepemiluan.

Sementara itu, Rektor ITS Khatulistiwa (YAPPAS) Pasaman Barat, Dr. Nur Asmah, S.H., M.H., menyambut baik inisiatif Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat dalam membangun kolaborasi dengan dunia akademik. Menurutnya, kegiatan debat kepemiluan menjadi media yang efektif untuk mengembangkan daya nalar, kemampuan berpikir kritis, serta kepedulian mahasiswa terhadap isu-isu demokrasi dan kepemiluan.

Koordinasi tersebut juga membahas mekanisme pelaksanaan kegiatan, termasuk penyampaian informasi mengenai teknis pelaksanaan Debat Pemilu Antarmahasiswa yang akan dilaksanakan oleh Bawaslu Republik Indonesia di Gedung Rektorat Universitas Islam Riau (UIR). Melalui sosialisasi ini, diharapkan mahasiswa ITS Khatulistiwa (YAPPAS) Pasaman Barat dapat berpartisipasi aktif dan memberikan kontribusi pemikiran dalam forum akademik tersebut.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat dalam memperluas basis pengawasan partisipatif melalui pendekatan edukatif kepada kalangan perguruan tinggi. Dengan melibatkan mahasiswa sebagai agen perubahan, Bawaslu berharap nilai-nilai demokrasi, integritas, dan pengawasan partisipatif semakin tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat kualitas penyelenggaraan demokrasi menuju Pemilu yang berintegritas.
***

Penulis dan Foto : Humas

Editor : Humas