Lompat ke isi utama

Berita

Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat, Bawaslu Pasaman Barat Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026

Foto Kegiatan

Foto bersama setelah peserta kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif bersama Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, Wanhar, di dampingi Anggota Bawaslu Laurencius Simatupang, Kasubbag Pengawasan dan staf sekretariat, pada Senin (6/7/2026).

pasamanbarat.bawaslu.go.id || Pasaman Barat, Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat menggelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 mengusung tema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat", bertempat di Kabupaten Pasaman Barat, Senin (6/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Bawaslu dalam memperkuat kapasitas masyarakat sebagai mitra strategis pengawasan sekaligus membangun kesadaran kolektif untuk mewujudkan penyelenggaraan Pemilu Tahun 2029 yang demokratis, jujur, adil, dan berintegritas.

Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif dibuka secara daring oleh Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Barat sekaligus Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (PPH), Muhammad Khadafi. Dalam sambutannya, Khadafi menegaskan bahwa keberhasilan pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pengawas, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

"Pengawasan pemilu bukan hanya tugas Bawaslu. Pengawasan merupakan tanggung jawab kita bersama dalam mengawal demokrasi yang berintegritas. Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, kami berharap lahir agen-agen pengawas partisipatif yang mampu menjadi pelopor pengawasan di tengah masyarakat serta berkontribusi dalam mencegah berbagai potensi pelanggaran pemilu sejak dini," ujar Khadafi.

Menurutnya, pengawasan partisipatif merupakan instrumen penting dalam memperkuat kualitas demokrasi. Keterlibatan masyarakat sejak tahapan awal penyelenggaraan pemilu akan menciptakan sistem pengawasan yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, Wanhar, menyampaikan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan program strategis Bawaslu dalam membangun budaya pengawasan yang melibatkan masyarakat secara aktif dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa tantangan pengawasan pemilu ke depan semakin kompleks, sehingga diperlukan peningkatan literasi kepemiluan dan pemahaman masyarakat terhadap regulasi, hak, serta kewajiban dalam proses demokrasi.

"Pendidikan Pengawas Partisipatif bukan sekadar kegiatan pelatihan, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kesadaran demokrasi masyarakat. Kami berharap seluruh peserta dapat menjadi mitra Bawaslu yang mampu menyampaikan nilai-nilai pengawasan partisipatif kepada lingkungan masing-masing sehingga semangat menjaga demokrasi terus tumbuh menjelang Pemilu Tahun 2029," ujar Wanhar.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Bawaslu terus berkomitmen memperluas jejaring pengawasan melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan pemuda, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, hingga komunitas lokal. Menurutnya, partisipasi publik menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas dan berintegritas.

Kegiatan tersebut turut dihadiri secara langsung oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat sekaligus Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Laurencius Simatupang, Plt. Kepala Sekretariat Maityus Fajri, Kasubbag Pengawasan Pemilu Isnan Diyah, Kasubbag Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Ronny Sulistio, Kasubbag Hukum, Humas, Data dan Informasi Danny Wandira, jajaran staf sekretariat Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, serta para peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026.

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta memperoleh penguatan materi mengenai peran strategis pengawasan partisipatif, nilai-nilai demokrasi, pencegahan pelanggaran pemilu, serta pentingnya membangun kolaborasi antara penyelenggara pemilu dengan masyarakat dalam mengawal setiap tahapan pemilu. Melalui diskusi interaktif dan penyampaian materi, peserta didorong untuk memahami mekanisme pengawasan serta meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi dan melaporkan potensi pelanggaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pendidikan Pengawas Partisipatif menjadi salah satu program prioritas Bawaslu dalam memperkuat pengawasan berbasis masyarakat. Dengan semakin meningkatnya kesadaran dan partisipasi publik, diharapkan ekosistem demokrasi yang sehat dapat terus terbangun sehingga penyelenggaraan Pemilu Tahun 2029 berlangsung secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, serta bermartabat.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang edukasi dan kolaborasi bersama masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan pengawasan pemilu yang inklusif, partisipatif, dan berintegritas. Semangat "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat" diharapkan menjadi landasan bersama dalam mengawal setiap proses demokrasi demi terciptanya pemilu yang berkualitas dan dipercaya oleh seluruh masyarakat.
***

Foto : Humas

Editor : Humas