Bangun ASN Berintegritas, Bawaslu Pasaman Barat Hadiri Pembukaan Orientasi PPPK di Lingkungan Sekretariat Bawaslu Provinsi Sumatera Barat
|
pasamanbarat.bawaslu.go.id || Pasaman Barat, Dalam upaya membentuk aparatur sipil negara yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik, Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat mengikuti kegiatan Pembukaan Penyelenggaraan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kurikulum Pengenalan Nilai dan Etika Instansi Tahun 2026 di Lingkungan Sekretariat Bawaslu Provinsi Sumatera Barat yang dilaksanakan secara daring pada Rabu (24/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pengembangan kompetensi bagi PPPK di lingkungan Bawaslu Provinsi Sumatera Barat. Melalui orientasi ini, peserta dibekali pemahaman mengenai nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN), etika organisasi, budaya kerja, tata kelola pemerintahan yang baik, serta penguatan komitmen dalam mendukung pelaksanaan tugas kelembagaan Bawaslu.
Dari Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, kegiatan diikuti oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Sekretariat Maityus Fajri, didampingi Kasubbag Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (PPPS) Ronny Sulistio, bersama seluruh peserta orientasi PPPK di lingkungan Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat.
Kegiatan pembukaan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran pimpinan serta pejabat di lingkungan Bawaslu Provinsi Sumatera Barat. Hadir memberikan arahan Kepala Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan (Kapuslitbangdiklat) Bawaslu RI, Roy M. Siagian, yang menekankan pentingnya orientasi sebagai tahapan strategis dalam membentuk karakter dan profesionalisme aparatur baru di lingkungan Bawaslu.
Dalam arahannya, Roy M. Siagian menyampaikan bahwa seorang PPPK tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknis, tetapi juga harus mampu menginternalisasikan nilai-nilai dasar ASN, menjunjung tinggi etika profesi, serta memahami peran dan tanggung jawab sebagai bagian dari lembaga pengawas pemilu.
"Orientasi bukan sekadar memenuhi tahapan administratif, melainkan menjadi ruang pembelajaran awal untuk membangun karakter ASN yang berintegritas, adaptif, profesional, dan mampu menjaga marwah lembaga. Seluruh peserta diharapkan mengikuti setiap rangkaian pembelajaran dengan sungguh-sungguh sehingga mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam pelaksanaan tugas sehari-hari," ungkapnya.
Roy juga menegaskan bahwa tantangan kelembagaan Bawaslu ke depan akan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, memahami tata kelola pemerintahan yang baik, serta mampu bekerja secara kolaboratif dalam mendukung pengawasan pemilu dan pemilihan.
Pembukaan orientasi secara resmi dilakukan oleh Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Alni, didampingi Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Rinaldi Aulia, serta Kepala Bagian Administrasi, Marfal.
Dalam sambutannya, Alni menyampaikan bahwa penyelenggaraan orientasi merupakan investasi kelembagaan dalam membangun kualitas sumber daya manusia Bawaslu. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh sistem yang baik, tetapi juga oleh aparatur yang memahami nilai, etika, dan budaya kerja organisasi.
Ia menegaskan bahwa seluruh PPPK yang baru bergabung di lingkungan Bawaslu harus mampu menjaga profesionalitas, integritas, independensi, dan akuntabilitas dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara di lembaga pengawas pemilu.
"Menjadi bagian dari Bawaslu berarti memikul tanggung jawab untuk menjaga demokrasi melalui pelaksanaan tugas yang profesional, objektif, dan berintegritas. Oleh karena itu, orientasi ini menjadi fondasi penting agar setiap pegawai memahami budaya organisasi sekaligus mampu memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan lembaga," ujar Alni.
Sementara itu, Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Rinaldi Aulia, menyampaikan bahwa orientasi akan dilaksanakan melalui kombinasi pembelajaran sinkron (synchronous) dan pembelajaran mandiri (self-learning) menggunakan Learning Management System (LMS). Pola tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang komprehensif sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi aparatur secara berkelanjutan.
Selama pelaksanaan orientasi, para peserta akan memperoleh materi mengenai pengenalan organisasi Bawaslu, nilai dan etika instansi pemerintah, budaya kerja ASN, disiplin pegawai, pelayanan publik, hingga penguatan integritas sebagai aparatur negara.
Di lingkungan Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, keikutsertaan peserta orientasi menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang profesional dan siap menghadapi tantangan kelembagaan. Kehadiran Plt. Kepala Sekretariat Maityus Fajri bersama jajaran sekretariat menunjukkan dukungan penuh terhadap proses pembinaan dan pengembangan kompetensi PPPK sebagai aset penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pengawasan pemilu.
Melalui penyelenggaraan orientasi ini, diharapkan seluruh PPPK mampu menginternalisasikan nilai-nilai ASN BerAKHLAK, menjunjung tinggi etika birokrasi, serta memperkuat semangat kolaborasi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berintegritas.
Orientasi PPPK Tahun 2026 di lingkungan Sekretariat Bawaslu Provinsi Sumatera Barat menjadi langkah awal dalam membentuk aparatur yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki karakter kuat, loyal terhadap konstitusi, serta berkomitmen menjaga kualitas demokrasi melalui pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan pemilu yang profesional.
****
Foto : Humas
Editor : Humas