Lompat ke isi utama

Berita

Merawat Demokrasi Sejak Dini, Bawaslu Pasaman Barat Ajak Generasi Muda Menjadi Pemilih Berintegritas di SMA Negeri 1 Gunung Tuleh

Foto Kegiatan

Anggota Bawaslu, Beldia Putra saat memberikan Pendidikan Politik dan demokrasi kepada para pelajar di SMA N 1 Gunung Tuleh, pada Senin (18/5/2026).

pasamanbarat.bawaslu.go.id || Pasaman Barat, Komitmen untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi dan meningkatkan kesadaran politik generasi muda terus diperkuat oleh Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat. Melalui program Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Pasaman Barat kembali menyapa para pelajar dalam kegiatan yang digelar di SMA Negeri 1 Gunung Tuleh pada Senin (18/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Bawaslu dalam merawat demokrasi sejak dini dengan memberikan pemahaman kepada pemilih pemula mengenai pentingnya berpartisipasi secara aktif, cerdas, dan berintegritas dalam setiap tahapan pemilihan.

Sosialisasi tersebut dipimpin langsung oleh Anggota Bawaslu Pasaman Barat, Beldia Putra, yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2H). Turut mendampingi Kepala Sub Bagian Pengawasan Pemilu, Isnan Diyah, beserta jajaran staf sekretariat.

Dalam paparannya, Beldia Putra menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi yang sangat strategis dalam menentukan arah demokrasi di masa depan. Menurutnya, pelajar sebagai pemilih pemula tidak hanya memiliki hak suara, tetapi juga tanggung jawab moral untuk menjaga kualitas demokrasi melalui pilihan yang rasional dan bebas dari pengaruh negatif.

“Demokrasi yang sehat lahir dari pemilih yang cerdas dan berintegritas. Karena itu, adik-adik sebagai generasi muda harus memahami bahwa satu suara memiliki arti besar bagi masa depan bangsa dan daerah,” ujar Beldia Putra di hadapan ratusan siswa.

Ia menjelaskan bahwa pemilih berintegritas adalah mereka yang menentukan pilihan berdasarkan visi, misi, serta rekam jejak peserta pemilihan, bukan karena tekanan, iming-iming materi, ataupun informasi yang menyesatkan. Dalam konteks tersebut, Bawaslu terus mendorong tumbuhnya budaya politik yang bersih, jujur, dan bertanggung jawab.

Selain memberikan materi mengenai tugas dan fungsi Bawaslu, para siswa juga diperkenalkan pada berbagai bentuk pelanggaran pemilu dan pemilihan, seperti politik uang, kampanye hitam, penyebaran hoaks, hingga ujaran kebencian. Para peserta diajak untuk lebih kritis dalam menerima informasi yang beredar di media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum terverifikasi.

Beldia Putra juga menekankan bahwa pengawasan pemilu bukan semata-mata tugas lembaga pengawas, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan pelajar.

“Partisipasi aktif generasi muda sangat dibutuhkan. Jika sejak sekarang kalian memahami nilai-nilai demokrasi dan berani menolak pelanggaran, maka kalian telah ikut menjaga kualitas pemilihan yang jujur dan adil,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Pengawasan Pemilu Isnan Diyah menjelaskan bahwa pendidikan demokrasi bagi pemilih pemula merupakan investasi penting untuk menciptakan budaya politik yang sehat di masa mendatang. Menurutnya, pelajar merupakan kelompok yang potensial menjadi agen perubahan dan penyambung pesan-pesan pengawasan partisipatif di lingkungan sekitarnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai tahapan pemilihan, peran pengawas, serta cara melaporkan dugaan pelanggaran. Diskusi tersebut menjadi ruang edukatif yang memperkaya pemahaman siswa tentang pentingnya menjaga integritas proses demokrasi.

Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan mengapresiasi langkah Bawaslu Pasaman Barat dalam menghadirkan pendidikan politik yang konstruktif bagi peserta didik. Sekolah berharap pengetahuan yang diperoleh dapat membentuk karakter siswa sebagai warga negara yang kritis, bertanggung jawab, dan peduli terhadap proses demokrasi.

Melalui program Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Pasaman Barat terus memperluas jangkauan pendidikan demokrasi ke berbagai sekolah di wilayah Kabupaten Pasaman Barat. Upaya ini dilakukan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa demokrasi yang berkualitas hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda, terlibat aktif dalam menjaga integritas setiap proses pemilihan.

Dengan semangat “Merawat Demokrasi Sejak Dini”, Bawaslu Pasaman Barat berharap para pelajar sebagai pemilih pemula mampu tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kritis, dan berintegritas, serta siap mengambil peran dalam mewujudkan pemilihan yang demokratis, jujur, adil, dan bermartabat.
***

Foto : Humas

Editor : Humas