Lompat ke isi utama

Berita

Konsolidasi Demokrasi Bersama PAN, Bawaslu Pasaman Barat Bahas Penguatan Kelembagaan dan Pemutakhiran Data Partai Politik Berkelanjutan

Foto Kegiatan

Anggota Bawaslu Pasaman Barat, Laurencius Simatupang sekaligus Koordinator Devisi Penangganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (Kiri) saat berdiskusi bersama Dedi Ikhram selaku demisioner sekretariat PAN (Kanan) dalam rangka kegiatan Kosolidasi Demokrasi 

pasamanbarat.bawaslu.go.id || Pasaman Barat, Dalam upaya memperkuat kualitas demokrasi serta membangun sinergitas yang berkelanjutan dengan partai politik, Bawaslu Pasaman Barat melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Pasaman Barat pada Senin (8/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Bawaslu dalam menjaga komunikasi kelembagaan yang konstruktif dengan seluruh pemangku kepentingan demokrasi, termasuk partai politik sebagai salah satu pilar utama dalam sistem demokrasi Indonesia.

Kegiatan konsolidasi ini dipimpin oleh Anggota Bawaslu Pasaman Barat, Laurencius Simatupang selaku Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Penyelesaian Sengketa (PPPS), didampingi oleh Kepala Subbagian PPPS Ronny Sulistio beserta jajaran staf sekretariat. Kehadiran rombongan Bawaslu disambut langsung oleh Dedi Ikhram selaku demisioner Sekretariat PAN Kabupaten Pasaman Barat bersama jajaran staf sekretariat partai.

Dalam suasana yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaboratif, kedua belah pihak membahas berbagai isu strategis terkait penguatan demokrasi di tingkat daerah. Diskusi difokuskan pada pentingnya menjaga keberlanjutan komunikasi antara lembaga pengawas pemilu dengan partai politik guna menciptakan tata kelola demokrasi yang semakin berkualitas, transparan, dan akuntabel.

Laurencius Simatupang menyampaikan bahwa partai politik memiliki peran yang sangat penting dalam proses demokrasi, tidak hanya pada saat tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga dalam menjaga pendidikan politik masyarakat secara berkelanjutan. Oleh karena itu, Bawaslu terus berupaya membangun ruang dialog dan koordinasi dengan partai politik sebagai bentuk penguatan demokrasi pasca penyelenggaraan pemilu dan pemilihan.

Menurutnya, konsolidasi demokrasi merupakan langkah strategis yang dilakukan Bawaslu untuk memastikan seluruh elemen demokrasi tetap memiliki komitmen yang sama dalam menjaga kualitas proses politik di daerah. Selain itu, komunikasi yang baik antara Bawaslu dan partai politik juga menjadi salah satu instrumen penting dalam mencegah terjadinya pelanggaran pemilu maupun sengketa pada tahapan penyelenggaraan pemilu yang akan datang.

Pada kesempatan tersebut, Bawaslu Pasaman Barat juga membahas terkait pemutakhiran data partai politik berkelanjutan. Pembahasan ini dinilai penting mengingat data kelembagaan partai politik yang akurat dan mutakhir menjadi salah satu aspek pendukung dalam penyelenggaraan pemilu yang efektif dan tertib administrasi. Melalui koordinasi yang dilakukan, Bawaslu mendorong agar setiap partai politik dapat terus memperbarui data kepengurusan serta informasi kelembagaan lainnya sesuai dengan kondisi terkini.

Bawaslu menegaskan bahwa pemutakhiran data partai politik secara berkelanjutan tidak hanya menjadi kebutuhan administratif, tetapi juga merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola organisasi partai politik yang profesional dan akuntabel. Dengan data yang valid dan mutakhir, proses koordinasi antar lembaga dapat berjalan lebih efektif serta mendukung terciptanya sistem demokrasi yang lebih baik di masa mendatang.

Sementara itu, Dedi Ikhram menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan inisiatif Bawaslu Pasaman Barat dalam membangun komunikasi yang aktif dengan partai politik. Menurutnya, kegiatan konsolidasi seperti ini menjadi wadah yang positif untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus menyamakan persepsi terkait berbagai isu kepemiluan dan demokrasi.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Pasaman Barat kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai lembaga pengawas yang tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga berperan aktif dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat, partisipatif, dan berintegritas. Sinergi yang terjalin antara Bawaslu dan partai politik diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan demokrasi yang semakin berkualitas serta mampu menjawab tantangan penyelenggaraan pemilu dan pemilihan di masa yang akan datang.
***

Foto : Humas

Editor : Humas