Generasi Muda, Pilar Utama Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Pasaman Barat terus memperluas upaya pendidikan politik dan demokrasi digelar di SMK Negeri 1 Sungai Aur
|
pasamanbarat.bawaslu.go.id || Pasaman Barat, Bawaslu Pasaman Barat terus memperluas upaya pendidikan politik dan demokrasi kepada generasi muda melalui program Bawaslu Goes to School. Kegiatan ini kembali digelar di SMK Negeri 1 Sungai Aur pada Senin (11/5/2026) sebagai bagian dari strategi membangun kesadaran politik sejak dini di kalangan pelajar.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, Beldia Putra, selaku Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2H). Dalam pelaksanaannya, Beldia Putra didampingi oleh Kepala Subbagian Hukum, Humas, Data dan Informasi, Danny Wandira.
Program Bawaslu Goes to School merupakan salah satu langkah konkret Bawaslu Pasaman Barat dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi, integritas, serta partisipasi aktif kepada para pelajar yang kelak akan menjadi pemilih pemula. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diperkenalkan pada tugas dan fungsi Bawaslu, tetapi juga diajak memahami pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawasi jalannya proses demokrasi.
Dalam pemaparannya, Beldia Putra menekankan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah demokrasi bangsa. Oleh karena itu, pelajar perlu dibekali pemahaman yang memadai mengenai pemilu, pengawasan partisipatif, serta ancaman terhadap demokrasi seperti politik uang, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan kampanye yang melanggar aturan.
“Pelajar hari ini adalah pemimpin masa depan. Mereka harus memiliki kesadaran bahwa demokrasi yang sehat tidak lahir begitu saja, tetapi harus dijaga bersama. Bawaslu ingin menanamkan semangat bahwa setiap warga negara memiliki peran penting dalam memastikan pemilu berjalan jujur, adil, dan berintegritas,” ujar Beldia Putra.
Ia menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan salah satu pendekatan utama Bawaslu dalam mendorong masyarakat untuk terlibat aktif dalam mencegah dan melaporkan potensi pelanggaran pemilu dan pemilihan. Menurutnya, semakin luas keterlibatan masyarakat, semakin kuat pula upaya menjaga kualitas demokrasi.
“Pengawasan pemilu bukan hanya tanggung jawab penyelenggara, tetapi menjadi tugas bersama seluruh masyarakat, termasuk generasi muda. Dengan pengetahuan yang baik, pelajar dapat menjadi agen perubahan dan pelopor dalam menumbuhkan budaya demokrasi yang sehat di lingkungannya,” tegasnya.
Sementara itu, Kasubbag Hukum, Humas, Data dan Informasi Danny Wandira menambahkan bahwa Bawaslu Pasaman Barat secara konsisten menjadikan institusi pendidikan sebagai mitra strategis dalam memperluas edukasi kepemiluan. Sekolah dinilai sebagai ruang yang efektif untuk membentuk karakter kritis, jujur, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, pelajar merupakan kelompok yang sangat potensial untuk menjadi pemilih cerdas dan berintegritas. Dengan pemahaman yang tepat, mereka dapat berperan aktif dalam menolak berbagai praktik yang mencederai demokrasi.
Kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut disambut antusias oleh para siswa dan guru SMKN 1 Sungai Aur. Para peserta mengikuti materi dengan penuh perhatian serta aktif mengajukan pertanyaan mengenai mekanisme pengawasan pemilu, jenis-jenis pelanggaran, dan peran pemilih pemula dalam menjaga integritas pemilu.
Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bawaslu Pasaman Barat yang telah memberikan edukasi langsung kepada para siswa. Menurut pihak sekolah, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memperluas wawasan pelajar tentang demokrasi dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya partisipasi aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Melalui program Bawaslu Goes to School, Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat berharap semakin banyak generasi muda yang memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Lebih dari itu, Bawaslu ingin mencetak pemilih pemula yang tidak hanya cerdas dalam menentukan pilihan, tetapi juga memiliki keberanian untuk ikut mengawasi setiap tahapan pemilu dan pemilihan.
Dengan terus memperluas pendidikan politik di lingkungan sekolah, Bawaslu Pasaman Barat menegaskan komitmennya untuk membangun demokrasi yang lebih kuat, partisipatif, dan berintegritas, dimulai dari ruang-ruang kelas tempat lahirnya pemimpin masa depan bangsa.
***
Dokumentasi : Humas
Editor : Humas