Bawaslu Pasaman Barat Ikuti Rapat Persiapan Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 Secara Daring
|
pasamanbarat.bawaslu.go.id || Pasaman Barat, Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026, Bawaslu Provinsi Sumatera Barat menggelar kegiatan Rapat Dalam Kantor (RDK) Persiapan Pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif Bawaslu Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 secara daring pada Rabu (10/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Bawaslu kabupaten dan kota se-Sumatera Barat, termasuk Bawaslu Pasaman Barat.
Dari Kantor Bawaslu Pasaman Barat, kegiatan dihadiri secara daring oleh Ketua Bawaslu Pasaman Barat Wanhar, didampingi Anggota Bawaslu Laurensius Simatupang, Plt. Kepala Sekretariat Maityus Fajri, Kasubbag Pengawasan Pemilu Isnan Diyah, serta jajaran staf. Kehadiran seluruh unsur pimpinan dan sekretariat tersebut menunjukkan komitmen Bawaslu Pasaman Barat dalam mendukung suksesnya pelaksanaan program pendidikan pengawasan partisipatif sebagai bagian dari upaya penguatan demokrasi di tengah masyarakat.
Rapat dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Barat Alni, didampingi Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Barat sekaligus Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HP2H), Muhammad Khadafi, serta Kepala Bagian Pengawasan Fadlul Hanif. Dalam arahannya, Bawaslu Provinsi Sumatera Barat menekankan pentingnya kesiapan seluruh jajaran Bawaslu kabupaten dan kota dalam menyukseskan program Pendidikan Pengawas Partisipatif yang menjadi salah satu instrumen strategis dalam meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu dan pemilihan.
Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan program yang dirancang untuk membangun kapasitas masyarakat agar lebih memahami proses demokrasi, pengawasan kepemiluan, serta pentingnya menjaga integritas penyelenggaraan pemilu. Melalui program ini, Bawaslu berupaya mendorong lahirnya agen-agen pengawasan partisipatif yang mampu menjadi mitra strategis dalam mengawal setiap tahapan pemilu secara independen, objektif, dan bertanggung jawab.
Pada kesempatan tersebut, Bawaslu Provinsi Sumatera Barat juga menyampaikan bahwa kegiatan Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 akan dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten dan kota se-Sumatera Barat pada tanggal 16 Juni 2026. Pelaksanaan kick off tersebut bertepatan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, yang diharapkan menjadi momentum refleksi sekaligus semangat baru dalam memperkuat partisipasi masyarakat untuk menjaga kualitas demokrasi.
Momentum pelaksanaan yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam dinilai memiliki makna tersendiri, karena mengandung nilai-nilai perubahan, pembaruan, dan penguatan komitmen dalam menjalankan amanah. Semangat tersebut sejalan dengan tujuan Pendidikan Pengawas Partisipatif yang ingin membangun kesadaran kolektif masyarakat agar turut berperan aktif dalam menjaga proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.
Dalam rapat tersebut juga dibahas berbagai aspek teknis dan substansi pelaksanaan kegiatan, mulai dari konsep pelaksanaan kick off, sasaran peserta, metode pendidikan, strategi publikasi, hingga mekanisme pelaporan kegiatan. Seluruh Bawaslu kabupaten dan kota diminta untuk melakukan persiapan secara maksimal guna memastikan kegiatan berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.
Ketua Bawaslu Pasaman Barat Wanhar menyambut baik pelaksanaan program Pendidikan Pengawas Partisipatif yang diinisiasi oleh Bawaslu Provinsi Sumatera Barat. Menurutnya, program tersebut menjadi langkah penting dalam memperluas ruang partisipasi publik sekaligus memperkuat kolaborasi antara Bawaslu dan masyarakat dalam mengawal demokrasi.
Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif, Bawaslu Pasaman Barat berharap semakin banyak elemen masyarakat yang memahami peran dan fungsi pengawasan pemilu, sehingga mampu menjadi garda terdepan dalam mencegah berbagai potensi pelanggaran serta menjaga kualitas demokrasi di daerah. Partisipasi aktif masyarakat diyakini menjadi salah satu faktor kunci dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas dan berkeadilan.
Dengan mengikuti Rapat Dalam Kantor Persiapan Pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 ini, Bawaslu Pasaman Barat menegaskan kesiapan untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Kick Off P2P secara serentak di Sumatera Barat. Melalui sinergi antara penyelenggara pemilu dan masyarakat, diharapkan lahir budaya pengawasan partisipatif yang semakin kuat sebagai fondasi dalam menjaga demokrasi yang berkualitas, transparan, dan berkelanjutan.
***
Foto : Humas
Editor : Humas