Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Pasaman Barat ikuti Kegiatan "SEPAKAT" Bahas Peran Strategis Perempuan dalam Pngawasan Pemilu

foto Kegiatan

Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat menghadiri kegiatan rutin "Sepakat" (Senin Pengawasan Berkomitmen dan Bermartabat) yang dilaksanakan secara virtual melalui ruang Zoom pada Senin (20/4/2026). Kegiatan ini merupakan agenda pembinaan dan penguatan kapasitas jajaran pengawas pemilu yang diikuti oleh Bawaslu kabupaten/kota bersama Bawaslu Provinsi Sumatera Barat.

pasamanbarat.bawaslu.go.id || Pasaman Barat, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pasaman Barat menghadiri kegiatan rutin “SEPakat” (Senin Pengawasan Berkomitmen dan Bermartabat) yang diselenggarakan secara virtual melalui platform Zoom Meeting pada Senin (20/4/2026). Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan dalam rangka memperkuat komitmen kelembagaan serta meningkatkan kapasitas jajaran pengawas pemilu dalam menjalankan fungsi pengawasan yang profesional dan berintegritas.

Pada pelaksanaan kali ini, kegiatan SEPakat mengangkat tema “Peran Strategis Perempuan dalam Pengawasan Pemilu”, yang menghadirkan Anggota Bawaslu Republik Indonesia, Loly Suhenty, sebagai narasumber utama. Selain itu, kegiatan juga diikuti bersama jajaran pimpinan Bawaslu Provinsi Sumatera Barat serta seluruh Bawaslu kabupaten/kota se-Sumatera Barat.

Kehadiran Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman serta memperkuat perspektif kesetaraan gender dalam pelaksanaan tugas pengawasan pemilu. Tema yang diangkat dinilai relevan dalam mendukung penguatan kapasitas perempuan dalam berbagai lini pengawasan, baik dalam struktur kelembagaan maupun dalam pelibatan masyarakat secara partisipatif.

Dalam pemaparannya, Anggota Bawaslu RI, Loly Suhenty, menekankan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam memperkuat kualitas demokrasi melalui pengawasan pemilu yang inklusif dan berkeadilan. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan perempuan tidak hanya sebatas pemenuhan kuota representasi, melainkan harus dimaknai sebagai kontribusi nyata dalam membangun budaya pengawasan yang berintegritas serta responsif terhadap berbagai tantangan kepemiluan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa perempuan memiliki perspektif dan sensitivitas sosial yang mampu memperkaya pendekatan pengawasan, khususnya dalam menangani isu-isu yang berkaitan dengan kerentanan pemilih, perlindungan hak-hak kelompok rentan, serta pencegahan pelanggaran pemilu yang berpotensi merugikan masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas perempuan dalam pengawasan pemilu perlu terus didorong melalui pendidikan, pelatihan, dan penguatan jejaring pengawasan partisipatif.

Sementara itu, jajaran pimpinan Bawaslu Provinsi Sumatera Barat dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan pentingnya penguatan peran perempuan di lingkungan kelembagaan Bawaslu, baik pada tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Penguatan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang inklusif serta mendukung terwujudnya tata kelola pengawasan pemilu yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Partisipasi aktif Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat dalam kegiatan SEPakat ini menjadi salah satu bentuk komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pengawas pemilu. Melalui forum ini, diharapkan seluruh jajaran pengawas pemilu mampu memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat koordinasi antarlevel kelembagaan dalam menghadapi dinamika kepemiluan yang semakin kompleks.

Selain sebagai wadah peningkatan kapasitas, kegiatan SEPakat juga menjadi sarana konsolidasi internal untuk meneguhkan nilai-nilai profesionalisme, independensi, serta integritas dalam menjalankan tugas pengawasan. Hal ini sejalan dengan semangat Bawaslu dalam menjaga marwah kelembagaan sebagai lembaga pengawas yang berkomitmen terhadap tegaknya demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat.

Dengan mengikuti kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat berharap dapat terus meningkatkan kualitas pengawasan pemilu yang responsif terhadap isu kesetaraan gender serta mendorong partisipasi perempuan dalam setiap tahapan pengawasan. Upaya ini diharapkan mampu mendukung terciptanya sistem pengawasan pemilu yang inklusif, partisipatif, dan berkeadilan, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu di Indonesia.

***

Dokumentasi : Humas

Editor : Humas