Bawaslu Pasaman Barat Perkuat Pendidikan Politik Pemilih Pemula Melalui Koordinasi “Bawaslu Goes To School”
|
pasamanbarat.bawaslu.go.id || Pasaman Barat, Dalam upaya memperkuat kesadaran demokrasi sejak dini, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pasaman Barat melalui Staf Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HPPH) melaksanakan kegiatan koordinasi pelaksanaan sosialisasi pendidikan politik dan demokrasi bertajuk Bawaslu Goes To School, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan ini secara khusus menyasar kalangan pelajar sebagai pemilih pemula, yang dinilai memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas demokrasi ke depan. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, Bawaslu berupaya menanamkan pemahaman dasar mengenai kepemiluan, pentingnya pengawasan partisipatif, serta nilai-nilai demokrasi yang berintegritas.
Dalam rangka memastikan efektivitas pelaksanaan program, tim dari Divisi HPPH melakukan kunjungan koordinasi ke sejumlah satuan pendidikan tingkat menengah atas di wilayah Pasaman Barat. Sekolah-sekolah yang menjadi sasaran antara lain SMAN 1 Gunung Tuleh, SMK N 1 Gunung Tuleh, SMAN 1 Sungai Aur, SMA N 1 Lembah Melintang, SMK N 1 Lembah Melintang, serta MAN 2 Pasaman.
Kunjungan ini difokuskan pada penyampaian rencana kegiatan, penjajakan dukungan pihak sekolah, serta penyelarasan teknis pelaksanaan sosialisasi yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Selain itu, koordinasi juga mencakup pembahasan terkait metode penyampaian materi yang relevan dan mudah dipahami oleh pelajar, termasuk penggunaan pendekatan interaktif agar peserta didik lebih aktif terlibat.
Staf Divisi HPPH Bawaslu Pasaman Barat menyampaikan bahwa pemilih pemula merupakan segmen krusial dalam ekosistem demokrasi, mengingat mereka akan menjadi bagian dari pemilih aktif dalam pemilu mendatang. Oleh karena itu, pembekalan literasi politik yang memadai menjadi langkah preventif untuk mencegah berbagai potensi pelanggaran, seperti politik uang, disinformasi, dan apatisme politik.
“Melalui program ini, kami tidak hanya memberikan pemahaman tentang hak dan kewajiban sebagai pemilih, tetapi juga mendorong pelajar untuk menjadi agen pengawasan partisipatif di lingkungan masing-masing,” ujar salah satu staf Divisi HPPH dalam kegiatan tersebut.
Pihak sekolah menyambut positif inisiatif Bawaslu ini dan menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan. Dukungan ini menjadi indikator kuat bahwa pendidikan politik tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan peran aktif institusi pendidikan dalam membentuk karakter demokratis generasi muda.
Dengan terlaksananya koordinasi ini, Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat optimistis bahwa program Bawaslu Goes To School dapat berjalan secara optimal dan memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kualitas partisipasi pemilih pemula yang cerdas, kritis, dan berintegritas.
Sebagai bagian dari strategi pencegahan pelanggaran pemilu, kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Bawaslu dalam membangun demokrasi yang sehat melalui pendekatan edukatif yang berkelanjutan dan inklusif.
***
Editor : Humas
Foto : Humas