Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Pasaman Barat Gelar “Bawaslu Goes To School” di SMK N 1 Kinali, Perkuat Literasi Politik Pemilih Pemula

foto Kegiatan

Upaya meningkatkan pemahaman politik dan demokrasi di kalangan generasi muda, Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat melaksanakan kegiatan pendidikan politik melalui program Bawaslu Goes To School di SMK Negeri 1 Kinali, Rabu (29/4/2026).

pasamanbarat.bawaslu.go.id || Pasaman Barat, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pasaman Barat terus memperkuat upaya peningkatan kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda melalui program “Bawaslu Goes To School”. Kegiatan pendidikan politik dan demokrasi tersebut kali ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Kinali pada Rabu (29/4/2026), dengan menyasar pelajar sebagai pemilih pemula yang memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas demokrasi ke depan.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, Wanhar, yang hadir bersama Anggota Bawaslu Beldia Putra dan Leurencius Simatupang. Kehadiran jajaran pimpinan Bawaslu tersebut menegaskan komitmen kelembagaan dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pengawasan partisipatif sejak dini.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. Kepala SMK Negeri 1 Kinali, Hardimentis Marwan, turut mendampingi jalannya kegiatan dan menyambut baik inisiatif Bawaslu dalam memberikan pemahaman politik kepada para siswa. Ia menilai bahwa pendidikan politik merupakan bagian penting dari pembentukan karakter siswa sebagai warga negara yang bertanggung jawab.

Ketua Bawaslu Pasaman Barat, Wanhar, dalam pemaparannya menekankan bahwa pemilih pemula merupakan segmen krusial dalam setiap penyelenggaraan pemilu. Oleh karena itu, pemahaman yang baik mengenai hak dan kewajiban sebagai pemilih harus ditanamkan sejak dini. Ia juga menggarisbawahi pentingnya integritas, kesadaran hukum, serta keberanian untuk terlibat aktif dalam pengawasan pemilu sebagai bentuk partisipasi nyata dalam demokrasi.

“Pemilih pemula tidak hanya menjadi objek dalam proses demokrasi, tetapi juga harus menjadi subjek yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab. Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa dapat memahami pentingnya memilih secara cerdas serta berani menolak segala bentuk pelanggaran pemilu,” ujar Wanhar.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Pasaman Barat, Beldia Putra, dalam sesi sosialisasi menjelaskan berbagai bentuk pelanggaran pemilu yang kerap terjadi, termasuk politik uang, kampanye hitam, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Ia mengajak para siswa untuk menjadi agen perubahan yang mampu menjaga integritas demokrasi di lingkungan masing-masing.

Leurencius Simatupang turut menambahkan bahwa pengawasan partisipatif menjadi salah satu pilar penting dalam menciptakan pemilu yang jujur dan adil. Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam pengawasan tidak hanya memperkuat legitimasi pemilu, tetapi juga membangun budaya demokrasi yang sehat.

Antusiasme siswa SMK Negeri 1 Kinali terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para peserta aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab, menunjukkan tingginya minat terhadap isu-isu demokrasi dan kepemiluan.

Melalui kegiatan “Bawaslu Goes To School” ini, Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat berharap dapat menciptakan generasi pemilih yang tidak hanya memahami proses demokrasi, tetapi juga memiliki kesadaran untuk turut serta menjaga kualitas pemilu. Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun demokrasi yang berintegritas dan berkelanjutan di Kabupaten Pasaman Barat.
***

Editor : Humas

Foto : Humas