Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Goes To School di MAN 3 Pasaman Barat, Dorong Pelajar Aktif dalam Pengawasan Partisipatif

Anggota Bawaslu Beldia Putra

Bawaslu Pasaman Barat hadir di tengah pelajar MAN 3 Pasaman Barat, menanamkan nilai demokrasi dan semangat pengawasan partisipatif sejak dini. Generasi muda bukan hanya penerus bangsa, tetapi juga penjaga integritas demokrasi, Senin (27/4/2026).

pasamanbarat.bawaslu.go.id || Pasaman Barat, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pasaman Barat kembali mengintensifkan upaya pendidikan politik bagi pemilih pemula melalui program Bawaslu Goes To School. Kegiatan kali ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pasaman Barat dan bertepatan dengan pelaksanaan upacara bendera, sehingga diikuti secara langsung oleh seluruh peserta didik dan majelis guru, Senin (27/4/2026).

Momentum upacara dimanfaatkan sebagai ruang edukasi kolektif untuk menyampaikan pesan-pesan pengawasan partisipatif kepada generasi muda. Dalam kegiatan tersebut, Anggota Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, Beldia Putra, SH, bertindak sebagai pembina upacara.

Dalam amanatnya, Beldia Putra menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam menjaga kualitas demokrasi. Ia menekankan bahwa pelajar sebagai pemilih pemula tidak boleh bersikap apatis terhadap proses pemilu, melainkan harus mengambil peran aktif sebagai bagian dari masyarakat yang peduli terhadap jalannya demokrasi.

“Demokrasi yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara, tetapi juga oleh partisipasi masyarakat. Pelajar harus berani menjadi bagian dari pengawasan, menyuarakan kebenaran, dan tidak membiarkan pelanggaran terjadi di sekitar mereka,” ujarnya di hadapan peserta upacara.

Lebih lanjut, ia juga menggarisbawahi pentingnya pemahaman sejarah pengawasan pemilu di Indonesia. Menurutnya, pengetahuan terhadap dinamika dan perjalanan pengawasan pemilu dari masa ke masa akan memberikan perspektif yang lebih komprehensif kepada pelajar tentang pentingnya menjaga integritas demokrasi.

“Dengan memahami sejarah, para siswa tidak hanya mengetahui apa itu pemilu, tetapi juga mengerti bagaimana proses pengawasan berkembang dan mengapa integritas menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Ini menjadi bekal penting untuk membangun kesadaran demokrasi yang kuat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Beldia Putra turut mengingatkan bahwa pengawasan partisipatif bukan semata menjadi tanggung jawab lembaga pengawas pemilu. Seluruh elemen masyarakat, termasuk pelajar, memiliki peran yang sama penting dalam memastikan pemilu berjalan jujur dan adil.

Ia mendorong para siswa untuk mulai mengenali berbagai potensi pelanggaran pemilu serta memahami mekanisme pelaporan yang tersedia. Dengan demikian, pelajar diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi nilai kejujuran, keadilan, dan integritas dalam kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan Bawaslu Goes To School ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat dalam memperkuat pengawasan partisipatif melalui pendekatan edukatif. Dengan menyasar lingkungan sekolah, Bawaslu berharap dapat menanamkan kesadaran demokrasi sejak dini, sekaligus membentuk generasi muda yang kritis, berintegritas, dan bertanggung jawab terhadap masa depan demokrasi Indonesia.

***

Editor : Humas

Foto : Humas