TERUS PERKUAT KERJA SAMA DEMI MENJALANKAN TUPOKSI, BAWASLU PASAMAN BARAT TANDATANGANI NOTA KESEPAHAMAN BERSAMA PC IMM PASAMAN BARAT
|
pasamanbarat.bawaslu.go.id || Pasaman Barat, Dalam upaya memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan kepemiluan serta meningkatkan partisipasi masyarakat, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pasaman Barat melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Pasaman Barat. Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat Kantor Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat pada Selasa (11/2).
Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, Wanhar, serta Ketua PC IMM Pasaman Barat, Nasrul Hadi. Prosesi penandatanganan turut disaksikan oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, Beldia Putra dan Laurencius Simatupang, serta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, Maityus Fajri.
Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat sinergi kelembagaan dalam bidang pendidikan politik, pengawasan partisipatif, dan peningkatan kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa dan pemilih pemula. Melalui nota kesepahaman ini, Bawaslu dan IMM diharapkan dapat saling mendukung dalam berbagai program edukasi kepemiluan, sosialisasi pengawasan pemilu, serta penguatan peran masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.
Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, Wanhar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi dengan organisasi kemahasiswaan merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan pengawasan partisipatif. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan dan kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi.
“Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu. Diperlukan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa. Melalui kerja sama dengan PC IMM Pasaman Barat ini, kami berharap dapat melahirkan kader-kader pengawas partisipatif yang kritis, berintegritas, dan memiliki komitmen kuat terhadap demokrasi,” ujar Wanhar.
Wanhar juga menekankan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen Bawaslu untuk terus mendorong pendidikan politik yang berkelanjutan serta meningkatkan kualitas partisipasi publik dalam setiap tahapan pemilu dan pemilihan.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, Beldia Putra, menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam pengawasan pemilu merupakan wujud nyata dari demokrasi partisipatif. Ia berharap IMM dapat menjadi mitra strategis Bawaslu dalam menyebarluaskan informasi kepemiluan yang edukatif dan berimbang.
“Mahasiswa adalah kelompok intelektual yang memiliki kapasitas untuk menjadi motor penggerak edukasi politik di tengah masyarakat. Sinergi ini diharapkan dapat melahirkan program-program kreatif yang menyasar pemilih pemula dan masyarakat luas,” kata Beldia Putra.
Hal senada juga disampaikan oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, Laurencius Simatupang. Ia menilai bahwa nota kesepahaman ini merupakan langkah konkret dalam membangun jejaring pengawasan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya dilakukan oleh lembaga, tetapi juga oleh masyarakat. IMM sebagai organisasi mahasiswa memiliki jaringan yang luas dan potensi besar untuk menjadi mitra dalam pengawasan partisipatif,” ungkap Laurencius.
Plt Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, Maityus Fajri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini juga akan didukung dari sisi administratif dan kelembagaan. Ia berharap implementasi MoU dapat berjalan efektif melalui program-program terencana dan terukur.
“Sekretariat akan mendukung penuh pelaksanaan kerja sama ini, baik dari sisi administrasi maupun fasilitasi kegiatan. Kami berharap MoU ini tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam kegiatan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Maityus Fajri.
Di sisi lain, Ketua PC IMM Pasaman Barat, Nasrul Hadi, menyambut baik kerja sama tersebut dan menyatakan komitmen IMM untuk berkontribusi dalam penguatan demokrasi di daerah. Ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk terlibat aktif dalam proses demokrasi, termasuk dalam pengawasan pemilu.
“IMM Pasaman Barat siap bersinergi dengan Bawaslu dalam memberikan edukasi politik kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang kritis dan konstruktif dalam kehidupan demokrasi,” ujar Nasrul Hadi.
Nasrul Hadi juga berharap kerja sama ini dapat membuka ruang diskusi, pelatihan, dan kegiatan literasi demokrasi yang berkelanjutan, sehingga mahasiswa semakin memahami pentingnya peran pengawasan dalam menjaga integritas pemilu.
Melalui penandatanganan nota kesepahaman ini, Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat dan PC IMM Pasaman Barat berkomitmen untuk terus membangun sinergi dalam rangka meningkatkan kualitas demokrasi, memperkuat pengawasan partisipatif, serta menciptakan pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan dokumen kerja sama oleh kedua belah pihak serta sesi foto bersama sebagai simbol dimulainya kemitraan strategis antara Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat dan PC IMM Pasaman Barat.
***
Dokumentasi : Humas
Editor : Humas