Lompat ke isi utama

Berita

SIAPKAN GARDA TERDEPAN PENGAWASAN, BAWASLU KABUPATEN PASAMAN BARAT GELAR PENDIDIKAN PENGAWAS PARTISIPATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAN KUALITAS PENGAWASANPEMILU

Foto bersama Peserta Pengawas partisipatif

Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat menegaskan komitmennya untuk memperluas ruang kolaborasi dengan masyarakat. Dengan hadirnya peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, diharapkan pengawasan partisipatif dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat dan menumbuhkan kesadaran bersama terhadap pentingnya integritas demokrasi, Kamis (28/11).

pasamanbarat.bawaslu.go.id || Pasaman Barat, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pasaman Barat menggelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang berlokasi di Aula Kantor Bupati Pasaman Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis Bawaslu untuk memperkuat peran serta masyarakat dalam pengawasan penyelenggaraan pemilu, sekaligus mencetak kader pengawasan yang memiliki kapasitas, integritas, dan pemahaman yang kuat terhadap proses demokrasi, Kamis (28/11) betempat diaula kantor Bupati Kabupaten Pasaman Barat.

Kegiatan P2P tahun ini dihadiri oleh Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Muhammad Khadafi, yang turut didampingi oleh Kepala Bagian Pengawasan Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Fadhlul Hanif. Selain itu, kegiatan juga diikuti oleh berbagai instansi pemerintah daerah serta peserta P2P yang berasal dari berbagai kalangan di Kabupaten Pasaman Barat.

Dari unsur Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, hadir langsung Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat Wanhar, beserta Anggota Bawaslu Laurensius Simatupang dan Beldia Putra. Turut hadir juga PLT Kepala Sekretariat Maityus Fajri, Kasubbag Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Ronny Sulistyo, serta jajaran sekretariat Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat yang turut menyukseskan penyelenggaraan kegiatan.

Peserta P2P Diharapkan Jadi Figur Masa Depan Pengawasan Pemilu

Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif ini dibuka secara resmi oleh Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Muhammad Khadafi. Dalam sambutannya, Khadafi menekankan pentingnya melahirkan generasi yang tidak bersikap apatis terhadap politik, namun justru memahami esensi demokrasi dan bersedia mengambil peran aktif dalam pemilu.

“Peserta P2P hari ini adalah figur masa depan. Kita berharap ke depan tidak ada lagi generasi yang anti politik. Justru mereka harus mampu menjadi figur yang terpilih untuk mendalami pengawasan pemilu dan menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujar Khadafi.

Ia menegaskan bahwa pendidikan pengawas partisipatif merupakan upaya untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan yang benar mengenai proses dan potensi kerawanan pemilu. Dengan bekal tersebut, peserta dapat berkontribusi langsung dalam meningkatkan kualitas demokrasi melalui pengawasan yang inklusif dan berbasis partisipasi publik.

Penguatan Kapasitas Melalui Edukasi dan Kolaborasi

Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, Wanhar, dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen Bawaslu untuk terus menghadirkan ruang edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar mampu memahami mekanisme pengawasan pemilu secara komprehensif.

Ia menekankan bahwa partisipasi masyarakat merupakan pilar penting dalam menciptakan pemilu yang bersih, jujur, dan adil. Melalui P2P, diharapkan lahir para pengawas partisipatif yang mampu menyampaikan informasi, mendorong kesadaran politik masyarakat, serta ikut menjaga kondusivitas dan integritas tahapan pemilu.

Membangun Kesadaran Politik Sejak Dini

Program P2P yang digelar Bawaslu Pasaman Barat tidak hanya berisi materi terkait pengawasan, tetapi juga sesi diskusi, pemetaan potensi kerawanan, serta simulasi kasus pelanggaran pemilu. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memperkaya wawasan peserta sekaligus membangun karakter dan sikap kritis dalam mengawal proses demokrasi.

Dengan hadirnya peserta dari berbagai latar belakang seperti mahasiswa, tokoh pemuda, komunitas, dan pegiat sosial, kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif untuk membangun kesadaran politik yang positif serta partisipasi aktif dalam menjalankan fungsi social control.

Komitmen Bawaslu Pasaman Barat untuk Demokrasi Berkualitas

Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat berharap hasil P2P ini dapat menjadi langkah awal terbentuknya jaringan pengawas partisipatif yang solid dan berkelanjutan. Kehadiran para peserta sebagai agen pengawasan di tengah masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mencegah pelanggaran serta mendorong pemilu yang lebih berintegritas.

Melalui program seperti P2P, Bawaslu menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pendidikan demokrasi, meningkatkan kapasitas masyarakat, dan membangun sistem pengawasan yang inklusif, modern, dan adaptif terhadap tantangan zaman.

***

Foto : Humas

Editor : Humas