Lompat ke isi utama

Berita

Rakor Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih, Ketua Bawaslu Pasbar: Awasi Potensi Kesalahan

Rakor Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih, Ketua Bawaslu Pasbar: Awasi Potensi Kesalahan

Simpang Empat - Badan Pengawasan Pemiilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumbar melakukan rapat koordinasi pengawasan pemutakhiran data pemilih di Hotel Guchi, Simpang Empat, Jumat 14 Juli 2023.

Rakor tersebut dilaksanakan bersama Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) se Pasaman Barat, OKP, Media, Pemantau dan Stakeholder yang ada di daerah itu.

Ketua Bawaslu Pasaman Barat, Emra Patria mengatakan kegiatan yang dilaksanakan selain ajang silaturahmi, sekaligus dalam rangka konsolidasi untuk mengawasi potensi kesalahan atau kecurangan pada Pemilu 2024 mendatang.

“Di tahun 2024, akan menjadi pengalaman baru karena dalam satu tahun masyarakat Indonesia harus melakukan dua kali pemilu dan pemilihan,” demikian kata Emra dihadapan para peserta rakor tersebut.

Menurutnya Pemilu 2024 telah menjadi perhatian bersama, kemudian masyarakat agar lebih aktif untuk melakukan pengecekan data sendiri.

Jadilah pemilih cerdas, saat ini telah ada website untuk melakukan pengecekan data sendiri apakah terdaftar sebagai pemilih,” ungkap dia.

Kemudian dijelaskan Emra, rakor yang digelar bertujuan untuk memaksimalkan pengawasan dan pencegahan potensi-potensi yang akan terjadi baik sebelum atau sesudah pada pelaksanaan pemilihan nanti.

“Pada Pemilu 2019 lalu, ada penyaluran logistik terlambat ke tempat pemungutan suara (TPS). Ini yang saya maksud salah satu pengawasan bersama,” jelas dia.

Selain itu, dalam penyerahan surat pemberitahuan (formulir model C6) memilih harus sampai kepada masyarakat atau ke satu tempat dan jangan sampai terjadi dititip secara glondongan.

Sedangkan saat ini ada sebanyak 1.279 TPS dengan diawasi oleh petugas yang terbatas dari Bawaslu Pasaman Barat dengan hanya memiliki Pengawas Kelurahan Desa (PKD) 90 orang dan 33 orang Panwascam.

“Ini rawan terjadi potensi kesalahan dan kecurangan, maka sangat dibutuhkan perhatian bersama. Sangat tidak mungkin dengan tenaga terbatas untuk mengawasi ribuan TPS nantinya,” kata Emra.

Kemudian, lanjut Emra, untuk perhitungan surat suara, ada nantinya perhitungan paralel dan akan ada dua kelompok di TPS.

Draft ini sedang dirancang KPU. Ini juga tidak mungkin satu pengawas bakal mengawas dua kegiatan, kemudian dalam perekapan suara tidak akan selesai dalam satu hari,” ungkap dia.

Emra juga menceritakan, pada Pileg 2019 lalu ada perbedaan satu rekapitulasi yang dilakukan oleh saksi salah satu partai politik dengan saksi parpol lain.

“Kita harap saksi parpol nantinya jangan hanya mencermati atau mencatat perolehan suara partai nya saja, hendaknya perolehan suara parpol lain juga dicatat. Namun jika hal perbedaan jumlah suara ini terjadi cukup dibuka C1 Plano saja,” terang dia.

Sedangkan terhadap petugas TPS atau pengawas nantinya, ia mengimbau agar tidak serta merta dengan mudah memberikan hak pemilih yang menggunakan e-KTP.

“Pastikan dulu keakuratan, sehingga tidak ada pihak-pihak yang dirugikan atau hak dari pemilih sendiri. Dibutuhkan mekanisme yang akurat, cepat dan tepat di hari pencoblosan nanti,” harap dia.

Lanjut Emra, Formulir Model C6 adalah surat pemberitahuan bagi masyarakat yang sudah memenuhi hak pilihnya maka akan mendapatkan Surat Pemberitahuan Pemungutan Suara yaitu Formulir Model C6.

Namun, apabila masih terdapat masyarakat yang belum diberikan Surat Pemberitahuan Formulir Model C6, maka dia punya hak untuk memilih dan datang ke TPS dengan cara membawa KTP Elektronik.

“Waktu memilihnya diberikan pada pukul 12.00 WIB siang atau 1 jam sebelum TPS ditutup,” ulas dia.

Sementara Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Pasaman Barat, Fitra Wati menjelaskan tahapan pemutakhiran data merupakan tahapan yang dilakukan dengan waktu yang sangat panjang.

Proses dari Daftar Pemilih Sementara (DPS) sampai DPS Perbaikan hingga Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang didapat bukan dengan loncat-loncat saja,” kata dia.

Untuk itu, ia berharap pada Pemilu 2024 semua lini bisa saling bekerjasama dalam menyukseskan perhelatan demokrasi serentak tersebut dari membludaknya pemilih yang menggunakan E-KTP.

“Kita harap nanti di Pemilu, kita saling kerja sama dengan Panwascam, artinya ketika ada pemilih yang gunakan E-Ktp kita sudah telah memiliki backup data melalui Sidalih Online” pinta dia.