Lompat ke isi utama

Berita

Dari sekolah untuk demokrasi, Bawaslu Pasaman Barat sosialisasikan Pengawasan Partisipatif di SMA Negeri 2 Pasaman, mengajak generasi muda jadi pemilih cerdas dan berintegritas

Partisipatif

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pasaman Barat melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif di SMA Negeri 2 Pasaman, Jumat (23/01). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu dalam menumbuhkan kesadaran serta mendorong peran aktif generasi muda dalam mengawal proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.

pasamanbarat.bawaslu.go.id || Pasaman Barat, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pasaman Barat melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif di SMA Negeri 2 Pasaman pada Jum’at (23/01). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu dalam menumbuhkan kesadaran serta mendorong peran aktif generasi muda dalam mengawal proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas sejak dini.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, Wanhar, Anggota Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, Laurencius Simatupang, serta Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HP2H), Beldia Putra. Pelaksanaan kegiatan turut didampingi oleh seluruh jajaran majelis guru SMA Negeri 2 Pasaman, yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sosialisasi tersebut.

Dalam kegiatan ini, Koordinator Divisi HP2H Beldia Putra bertindak sebagai narasumber utama yang menyampaikan materi sosialisasi pengawasan partisipatif di hadapan para siswa-siswi SMA Negeri 2 Pasaman. Ia menjelaskan peran strategis masyarakat, khususnya generasi muda, dalam pengawasan pemilu sebagai bagian penting dari sistem demokrasi.

Beldia Putra menyampaikan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara semata, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, termasuk pelajar sebagai pemilih pemula. Menurutnya, pemahaman tentang pengawasan pemilu sejak dini akan membentuk karakter generasi muda yang sadar demokrasi, berintegritas, dan berani menolak segala bentuk pelanggaran pemilu.

“Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi tentang pentingnya pengawasan pemilu sejak dini, sekaligus menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap proses demokrasi. Kami ingin pelajar tidak hanya menjadi pemilih cerdas di masa depan, tetapi juga berani bersikap kritis terhadap setiap potensi pelanggaran pemilu,” ujar Beldia Putra.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, Wanhar, dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai agen perubahan dalam menjaga kualitas demokrasi. Ia berharap melalui kegiatan sosialisasi ini, para pelajar dapat memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara serta memiliki keberanian untuk berpartisipasi aktif dalam pengawasan pemilu secara partisipatif.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan antusias, ditandai dengan keaktifan para siswa dalam mengikuti materi dan sesi diskusi. Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan pendidikan pengawasan partisipatif ke berbagai elemen masyarakat, khususnya kalangan pelajar, guna mewujudkan pemilu yang demokratis, jujur, dan berintegritas di masa mendatang.

***

Foto : Humas

Editor : Humas