Bawaslu Pasaman Barat Perkuat Pendidikan Politik dan Pengawasan Partisipatif, Teken MoU Bersama MAN 5 Pasaman Barat
|
pasamanbarat.bawaslu.go.id || Pasaman Barat, Dalam rangka terus meningkatkan kualitas demokrasi melalui pengawasan pendidikan partisipatif dan pendidikan politik, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pasaman Barat secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Pasaman Barat. Penandatanganan perjanjian kerja sama ini dilakukan langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, Wanhar, bersama Kepala Sekolah MAN 5 Pasaman Barat, Yelliza Gusti, dan disaksikan oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, Laurencius Simatupang.
Kegiatan penandatanganan MoU tersebut berlangsung di ruang kerja Kepala Sekolah MAN 5 Pasaman Barat dan menjadi salah satu langkah strategis Bawaslu Pasaman Barat dalam memperkuat pengawasan partisipatif, khususnya dalam program pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Melalui kerja sama ini, Bawaslu dan MAN 5 Pasaman Barat sepakat untuk berkolaborasi dalam kegiatan pendidikan politik, pendidikan demokrasi, serta pengawasan kepemiluan berbasis partisipasi generasi muda.
Dorong Generasi Muda Menjadi Pemilih Cerdas dan Partisipatif
Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, Wanhar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa generasi muda, khususnya pelajar, memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi di masa depan. Oleh karena itu, Bawaslu merasa penting untuk hadir di lingkungan pendidikan guna menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini.
“Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu Pasaman Barat dalam mendorong pendidikan politik yang berkelanjutan kepada generasi muda. Siswa-siswi MAN 5 Pasaman Barat adalah calon pemilih pemula yang kelak akan menjadi penentu arah demokrasi. Melalui pendidikan politik dan pengawasan partisipatif, kami berharap mereka dapat menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas,” ujar Wanhar.
Wanhar juga menekankan bahwa pengawasan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan tidak hanya menjadi tugas penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan peran serta masyarakat, termasuk institusi pendidikan.
“Data pemilih yang akurat adalah fondasi pemilu yang berkualitas. Melalui kolaborasi ini, kami ingin membangun kesadaran siswa dan civitas akademika tentang pentingnya data pemilih yang valid dan partisipasi aktif dalam pengawasan kepemiluan,” tambahnya.
MAN 5 Pasaman Barat Siap Dukung Pendidikan Demokrasi
Sementara itu, Kepala Sekolah MAN 5 Pasaman Barat, Yelliza Gusti, menyambut baik penandatanganan MoU tersebut dan menyatakan kesiapan pihak sekolah untuk bersinergi dengan Bawaslu Pasaman Barat dalam program pendidikan politik dan demokrasi.
“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari upaya sekolah dalam membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran demokrasi dan tanggung jawab sebagai warga negara,” ungkap Yelliza Gusti.
Ia menambahkan bahwa pendidikan politik dan demokrasi merupakan bagian penting dalam pembelajaran di sekolah, terutama dalam membentuk sikap kritis dan partisipatif siswa terhadap isu-isu kebangsaan dan kepemiluan.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap siswa MAN 5 Pasaman Barat dapat memahami proses demokrasi, hak dan kewajiban sebagai pemilih, serta mampu menjadi agen edukasi di lingkungan keluarga dan masyarakat,” lanjutnya.
Pengawasan Partisipatif sebagai Pilar Demokrasi
Anggota Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, Laurencius Simatupang, yang turut menyaksikan penandatanganan MoU, menyampaikan bahwa pengawasan partisipatif merupakan salah satu pilar penting dalam sistem demokrasi yang sehat. Menurutnya, keterlibatan pelajar dalam kegiatan pengawasan pemilu akan memperkuat integritas proses demokrasi.
“Pengawasan pemilu tidak hanya dilakukan oleh Bawaslu, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat. Melalui kerja sama dengan MAN 5 Pasaman Barat, kami ingin membangun budaya pengawasan sejak dini, sehingga generasi muda memahami pentingnya menjaga kejujuran dan keadilan dalam setiap tahapan pemilu,” kata Laurencius.
Ia juga berharap kerja sama ini dapat melahirkan berbagai program edukatif, seperti kelas demokrasi, diskusi kepemiluan, serta kegiatan sosialisasi pengawasan pemilu di lingkungan sekolah.
Komitmen Bersama Membangun Demokrasi Berkualitas
Penandatanganan MoU ini menjadi bentuk komitmen bersama antara Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat dan MAN 5 Pasaman Barat dalam mendukung terciptanya demokrasi yang berkualitas melalui pendidikan politik dan pengawasan partisipatif. Ke depan, kedua pihak berencana untuk melaksanakan berbagai kegiatan bersama, seperti sosialisasi kepemiluan, pelatihan pengawasan pemilu, serta program literasi demokrasi bagi siswa dan tenaga pendidik.
Melalui kolaborasi strategis ini, Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat berharap dapat memperluas jangkauan pendidikan politik kepada generasi muda sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemutakhiran data pemilih berkelanjutan sebagai salah satu kunci sukses penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, dan demokratis.
***
Dokumentasi : Humas
Editor : Humas