Bawaslu Pasaman Barat Hadiri Penguatan Kelembagaan Persiapan Pengawasan Pencocokan dan Penelitian Terbatas serta Rekapitulasi PDPB Triwulan III Tahun 2025
|
pasamanbarat.bawaslu.go.id || PADANG, Dalam rangka memastikan proses Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) berjalan sesuai ketentuan dan memiliki kualitas yang terjaga, Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat menghadiri kegiatan Penguatan Kelembagaan Persiapan Pengawasan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) Terbatas serta Rekapitulasi PDPB Triwulan III Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (20/9) di Padang.
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh jajaran Bawaslu kabupaten/kota se-Sumatera Barat, dengan tujuan menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta menyusun langkah pengawasan yang efektif dan profesional menjelang pelaksanaan pengawasan pencocokan dan penelitian terbatas. Dalam acara ini, turut hadir Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, yang memberikan arahan langsung mengenai pentingnya pelaksanaan PDPB sebagai fondasi utama dalam memastikan Pemilu yang berintegritas.
PDPB, Fondasi Demokrasi yang Berkualitas
Dalam sambutannya, Rahmat Bagja menegaskan bahwa pemutakhiran data pemilih merupakan salah satu aspek paling krusial dalam penyelenggaraan Pemilu yang demokratis dan inklusif. Ia menekankan bahwa proses PDPB harus dilakukan secara berkala, sistematis, dan terstruktur, serta didukung dengan pengawasan yang ketat agar data yang dihasilkan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kualitas Pemilu berawal dari kualitas data pemilih. Oleh karena itu, proses pemutakhiran data pemilih harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian, transparansi, dan akuntabilitas. Pengawasan Bawaslu menjadi garda terdepan dalam memastikan tidak ada warga yang kehilangan hak pilih maupun data yang tidak valid,” tegas Rahmat Bagja.
Ia juga mengingatkan bahwa Bawaslu di tingkat provinsi dan kabupaten/kota memiliki tanggung jawab besar untuk melakukan pemetaan potensi kerawanan, termasuk permasalahan yang mungkin muncul dalam proses pencocokan dan penelitian data pemilih. Dengan demikian, setiap temuan dapat segera ditindaklanjuti melalui mekanisme yang tepat.
Peran Strategis Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat
Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, yang hadir dalam kegiatan ini, menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan di tingkat nagari hingga desa, bekerja sama dengan berbagai pihak seperti pemerintah daerah, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), dan stakeholder lainnya.
Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, Wanhar, menegaskan bahwa pihaknya siap melaksanakan arahan yang diberikan dalam kegiatan ini, terutama dalam memastikan bahwa proses Coklit terbatas dan rekapitulasi PDPB berjalan transparan, partisipatif, dan profesional.
“Bawaslu Pasaman Barat berkomitmen untuk melakukan pengawasan yang maksimal. Kami akan memantau setiap tahapan proses pemutakhiran data pemilih, mulai dari pencocokan dan penelitian di lapangan hingga tahap rekapitulasi, sehingga data pemilih yang dihasilkan benar-benar valid dan tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari,” jelas Wanhar.
Ia juga menyampaikan bahwa koordinasi dan sinergi dengan pemerintah nagari dan desa akan terus diperkuat agar proses pemutakhiran data pemilih dapat berjalan lancar dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Membangun Sinergi dan Kapasitas Pengawasan
Selain memberikan arahan teknis, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi pelaksanaan pengawasan PDPB pada periode sebelumnya. Seluruh peserta diajak untuk berbagi pengalaman, tantangan, dan best practice yang telah dilakukan dalam pelaksanaan pengawasan di wilayah masing-masing.
Melalui diskusi interaktif ini, diharapkan dapat tercipta strategi pengawasan yang lebih tajam dan responsif dalam menghadapi berbagai dinamika kepemiluan, khususnya menjelang tahapan Pemilu 2025.
Anggota Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, Beldia Putra, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan pentingnya memperkuat kapasitas pengawas di tingkat kecamatan dan desa.
“Kunci keberhasilan pengawasan ada pada petugas di lapangan. Oleh karena itu, kami akan fokus pada peningkatan kapasitas dan kompetensi jajaran pengawas agar mereka siap menghadapi berbagai tantangan yang muncul, termasuk potensi pelanggaran dalam proses pemutakhiran data pemilih,” ungkap Beldia Putra.
Harapan ke Depan
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Pasaman Barat berharap seluruh proses pengawasan PDPB ke depan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip integritas, profesionalisme, dan transparansi.
Dengan adanya sinergi antara Bawaslu di semua tingkatan serta dukungan dari masyarakat, diharapkan tidak ada warga Pasaman Barat yang kehilangan hak pilihnya dan tidak terjadi permasalahan data ganda ataupun data pemilih tidak valid.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta dalam mengawasi proses pemutakhiran data pemilih. Pengawasan yang partisipatif akan membantu mewujudkan Pemilu yang jujur, adil, dan demokratis di Pasaman Barat,” tutup Wanhar.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Bawaslu Pasaman Barat dan seluruh jajaran Bawaslu se-Sumatera Barat untuk memperkuat peran mereka sebagai pengawas Pemilu, memastikan bahwa PDPB tidak hanya menjadi proses administratif, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menjaga hak pilih warga negara dan memperkuat fondasi demokrasi Indonesia.
***
Foto : Humas
Editor : Humas