Bawaslu Pasaman Barat Bahas Rencana Pembentukan Saka Adhyaksa Pemilu sebagai Wadah Edukasi dan Partisipasi Generasi Muda
|
pasamanbarat.bawaslu.go.id || SIMPANG EMPAT, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasaman Barat menggelar Rapat Pembahasan Rencana Kerja Sama serta Rencana Pembentukan Satuan Karya (Saka) Adhyaksa Pemilu di tingkat kabupaten.
Rapat ini berlangsung di kantor Bawaslu Pasaman Barat pada Senin (22/9) dan dihadiri oleh sejumlah pihak terkait yang memiliki peran strategis dalam pembinaan generasi muda, khususnya dalam dunia kepramukaan dan pengawasan Pemilu.
Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam merancang wadah pembinaan yang bertujuan untuk memberikan edukasi politik serta meningkatkan partisipasi masyarakat, terutama pemilih pemula, dalam pengawasan Pemilu.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Pasaman Barat, Srianto, Wakil Ketua Binamuda, Paiman, serta Wakil Ketua Sarana dan Prasarana, Keuangan, dan Badan Usaha, Ahmad Romi. Dari pihak Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, hadir Ketua Bawaslu, Wanhar, beserta jajaran komisioner dan staf sekretariat Bawaslu.
Saka Adhyaksa Pemilu: Mendorong Partisipasi Generasi Muda
Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, Wanhar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembentukan Saka Adhyaksa Pemilu merupakan inovasi yang diharapkan mampu memberikan ruang bagi generasi muda untuk memahami proses demokrasi, khususnya terkait pengawasan Pemilu.
“Pembentukan Saka Adhyaksa Pemilu di tingkat kabupaten ini akan menjadi wadah strategis bagi generasi muda, terutama anggota Pramuka, untuk belajar, memahami, dan terlibat secara langsung dalam pengawasan Pemilu. Dengan adanya Saka ini, kita ingin menanamkan nilai-nilai integritas, kejujuran, dan semangat demokrasi sejak dini,” ujar Wanhar.
Ia menambahkan, generasi muda memiliki peran penting dalam mewujudkan Pemilu yang berintegritas, transparan, dan partisipatif. Melalui wadah seperti Saka Adhyaksa Pemilu, mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman praktis di lapangan.
Kolaborasi Bawaslu dan Kwarcab Pramuka Pasaman Barat
Dalam rapat tersebut, Bawaslu dan Kwarcab Pramuka Pasaman Barat membahas berbagai aspek teknis terkait pembentukan Saka Adhyaksa Pemilu, mulai dari struktur organisasi, program kerja, kurikulum pelatihan, hingga mekanisme rekrutmen anggota.
Saka ini direncanakan akan dibentuk secara bertahap, dengan fokus awal pada peningkatan kapasitas anggota Pramuka dalam hal pemahaman demokrasi dan pengawasan Pemilu.
Srianto, Sekretaris Kwarcab Pramuka Pasaman Barat, menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan kesiapan pihaknya untuk bekerja sama dengan Bawaslu.
“Kami menyadari pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kualitas Pemilu. Dengan adanya Saka Adhyaksa Pemilu, kami yakin anggota Pramuka akan memiliki kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses demokrasi, sekaligus memperkuat rasa tanggung jawab mereka sebagai warga negara,” ungkap Srianto.
Sementara itu, Paiman, Wakil Ketua Binamuda, menekankan bahwa program ini sejalan dengan misi kepramukaan dalam membentuk generasi muda yang mandiri, berkarakter, dan peduli terhadap lingkungan sosial dan politik.
Mencetak Pengawas Pemilu Masa Depan
Rapat ini juga menjadi ajang diskusi untuk merumuskan program pelatihan dan kegiatan pembinaan yang akan dijalankan oleh Saka Adhyaksa Pemilu.
Melalui pelatihan tersebut, anggota Saka diharapkan mampu memahami regulasi Pemilu, teknik pengawasan, serta pentingnya keterbukaan informasi publik.
Anggota Saka nantinya akan dibekali dengan materi tentang pengawasan partisipatif, teknik pelaporan pelanggaran Pemilu, serta pengetahuan tentang hak dan kewajiban warga negara dalam Pemilu.
Dengan demikian, mereka dapat menjadi penggerak utama dalam mengedukasi masyarakat sekitar, khususnya pemilih pemula.
Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, Wanhar, menegaskan bahwa pembentukan Saka Adhyaksa Pemilu juga bertujuan untuk mencetak kader pengawas Pemilu masa depan yang memiliki pemahaman mendalam dan komitmen tinggi terhadap nilai-nilai demokrasi.
“Kami ingin memastikan bahwa generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor yang aktif dalam proses demokrasi. Saka Adhyaksa Pemilu akan menjadi wadah untuk menyiapkan mereka sebagai pengawas yang berintegritas dan berdaya saing,” jelas Wanhar.
Langkah ke Depan
Hasil dari rapat ini menjadi dasar dalam penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bawaslu dan Kwarcab Pramuka Pasaman Barat.
Tahapan selanjutnya adalah melakukan sosialisasi kepada seluruh ranting Pramuka dan sekolah-sekolah yang memiliki gugus depan aktif, agar informasi tentang Saka Adhyaksa Pemilu dapat tersebar luas dan menjangkau lebih banyak generasi muda.
Di akhir kegiatan, para peserta rapat sepakat bahwa pembentukan Saka Adhyaksa Pemilu merupakan strategi jangka panjang dalam membangun kesadaran politik generasi muda. Hal ini tidak hanya untuk kepentingan Pemilu tahun 2025, tetapi juga sebagai investasi demokrasi bagi masa depan Kabupaten Pasaman Barat.
Kegiatan ini mencerminkan komitmen Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat dalam menciptakan pengawasan Pemilu yang partisipatif, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas lembaga demi terwujudnya Pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
***
Foto : Humas
Editor : Humas