Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat Laksanakan Apel Pagi, Bahas Pencabutan Kebijakan Work From Anywhere (WFA)
humas | Sabtu, September 27, 2025 - 18:53
pasamanbarat.bawaslu.go.id || SIMPANG EMPAT, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasaman Barat menggelar apel pagi di halaman kantor Bawaslu Pasaman Barat sebagai bagian dari upaya memperkuat kedisiplinan, koordinasi, dan semangat kerja seluruh jajaran pengawas Pemilu (15/9). Apel pagi kali ini dipimpin oleh Laurencius Simatupang, Anggota Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, yang juga menyampaikan informasi penting mengenai kebijakan terbaru terkait mekanisme Work From Anywhere (WFA) di lingkungan Bawaslu.
Dalam arahannya, Laurencius menyampaikan bahwa Bawaslu RI telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 37 Tahun 2025 yang secara resmi mencabut SE Nomor 36 Tahun 2025 tentang penerapan WFA yang sebelumnya diberlakukan penuh sebagai respons atas situasi nasional yang sempat diwarnai demo besar-besaran.
Laurencius menjelaskan, dengan kondisi yang kini sudah mulai kondusif, pelaksanaan WFA tetap diberlakukan namun hanya terbatas pada dua hari, yakni Kamis dan Jumat. Sementara itu, pada hari kerja lainnya, seluruh pegawai dan jajaran Bawaslu diwajibkan untuk bekerja di kantor (Work From Office/WFO) seperti biasa.
“Dengan terbitnya Surat Edaran Nomor 37 Tahun 2025, pelaksanaan WFA yang sebelumnya berlaku penuh kini disesuaikan. Saat ini, WFA hanya dilakukan dua hari, yakni Kamis dan Jumat, sementara Senin hingga Rabu seluruh jajaran bekerja di kantor. Penyesuaian ini dilakukan karena situasi nasional sudah kembali stabil, namun fleksibilitas kerja tetap dibutuhkan,” ungkap Laurencius dalam sambutannya.
Langkah Strategis untuk Optimalkan Pengawasan Pemilu
Laurencius menegaskan bahwa perubahan kebijakan ini bertujuan untuk memastikan pengawasan Pemilu dapat berjalan optimal, sekaligus memberikan ruang adaptasi bagi jajaran pengawas dalam mengelola beban kerja, khususnya menjelang tahapan penting Pemilu.
Menurutnya, kehadiran penuh pegawai di kantor pada sebagian besar hari kerja sangat penting untuk memperkuat koordinasi, mempercepat pengambilan keputusan, dan meningkatkan efektivitas kerja tim, terutama dalam menghadapi dinamika tahapan Pemilu yang kompleks.
“Meskipun situasi sudah relatif kondusif, kita harus tetap waspada dan siap siaga. Dengan pola kerja hybrid ini, kita tetap memiliki fleksibilitas, tetapi juga memastikan bahwa tugas pengawasan Pemilu tidak terhambat dan pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal,” tambah Laurencius.
Ia juga mengingatkan agar jajaran Bawaslu memanfaatkan hari-hari kerja di kantor untuk memperkuat perencanaan, melakukan evaluasi, dan menyelesaikan pekerjaan yang memerlukan diskusi intensif maupun penanganan kolektif.
Disiplin dan Profesionalisme Tetap Jadi Prioritas
Dalam arahannya, Laurencius menekankan bahwa meskipun sebagian hari kerja dilakukan secara WFA, disiplin dan profesionalisme harus tetap dijunjung tinggi oleh seluruh jajaran Bawaslu Pasaman Barat.
Ia mengingatkan bahwa setiap pegawai wajib memastikan pekerjaan tetap berjalan lancar, baik saat bekerja di kantor maupun dari lokasi lain, sesuai dengan target dan standar yang telah ditetapkan.
“WFA bukan berarti kinerja menjadi kendor. Justru kita harus semakin disiplin dan bertanggung jawab. Masyarakat tetap berharap pelayanan dari Bawaslu diberikan dengan cepat, transparan, dan akuntabel, tanpa terpengaruh lokasi kerja,” tegasnya.
Laurencius juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan WFA akan dilakukan secara ketat, termasuk penggunaan teknologi untuk memantau progres pekerjaan. Hal ini bertujuan agar setiap program dan kegiatan Bawaslu tetap berjalan sesuai rencana.
Kesiapsiagaan Hadapi Tahapan Pemilu
Selain membahas kebijakan WFA, Laurencius juga mengingatkan seluruh jajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi tahapan Pemilu yang semakin dekat. Ia menekankan pentingnya peran Bawaslu sebagai pengawas independen dalam memastikan setiap proses Pemilu berlangsung dengan prinsip Luber Jurdil – langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
“Kita harus tetap siap menghadapi berbagai tantangan, baik itu laporan pelanggaran, potensi konflik, maupun dinamika politik yang berkembang. Dengan kerja sama yang solid dan koordinasi yang baik, kita bisa menjaga integritas Pemilu di Kabupaten Pasaman Barat,” ujarnya.
Laurencius juga mengajak seluruh jajaran untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat, agar pengawasan Pemilu dapat berjalan secara transparan, partisipatif, dan efektif.
Apel Pagi sebagai Momentum Penguatan Internal
Apel pagi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas internal dan semangat kebersamaan di antara jajaran Bawaslu Pasaman Barat. Melalui kegiatan ini, setiap pegawai dan pengawas Pemilu diingatkan akan tanggung jawab besar yang diemban dalam mengawal demokrasi di tingkat daerah.
“Mari jadikan apel pagi ini sebagai sarana untuk memupuk semangat kerja, memperkuat komitmen, dan memastikan kita selalu siap dalam menghadapi setiap tahapan Pemilu. Dengan kerja keras dan integritas, kita dapat mewujudkan Pemilu yang berkualitas dan dipercaya oleh masyarakat,” tutup Laurencius.
Dengan adanya penyesuaian kebijakan WFA ini, diharapkan seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat dapat lebih fleksibel namun tetap produktif dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Bawaslu Pasaman Barat berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik demi terciptanya Pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
***
Foto : Humas
Editor : Humas