BAWASLU KABUPATEN PASAMAN BARAT GELAR RAPAT PENGUATAN KELEMBAGAAN DAN PENINGKATAN KAPASITAS SDM MELALUI SIMULASI PENANGANAN PELANGGARAN PEMILU
|
pasamanbarat.bawaslu.go.id || Pasaman Barat, Dalam upaya meningkatkan profesionalitas, responsivitas, serta kesiapan jajaran dalam menghadapi tahapan Pemilihan Umum, Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat menyelenggarakan Rapat Penguatan Kelembagaan dan Peningkatan Kapasitas SDM dengan agenda utama Rapat Koordinasi Penanganan Pelanggaran Pemilu bertema “Simulasi Penerimaan Laporan dan Temuan Pelanggaran Pemilu”, Kamis (20/11), di ruang rapat Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat.
Kegiatan ini menghadirkan langsung Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Vifner, beserta staf, yang memberikan arahan, pendalaman materi, serta penegasan kembali pentingnya standar penanganan pelanggaran pemilu. Turut hadir Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, Wanhar, Anggota Bawaslu Beldia Putra dan Laurensius Simatupang, Plt. Kepala Sekretariat Maityus Fajri, serta seluruh jajaran staf sekretariat.
Penguatan Pemahaman Teknis dan Regulasi Penanganan Pelanggaran
Dalam pemaparannya, Vifner menjelaskan bahwa kualitas penanganan pelanggaran tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan administrasi, tetapi juga ketepatan analisis, pemahaman hukum, alur prosedural, dan kemampuan mengklasifikasikan jenis pelanggaran. Ia menekankan bahwa setiap pengawas pemilu harus mampu membedakan mana pelanggaran administrasi, kode etik, pidana pemilu, maupun sengketa proses. Pemahaman tersebut, menurutnya, penting untuk memastikan setiap laporan dan temuan ditindaklanjuti pada jalur penanganan yang tepat.
Ia juga menguraikan beberapa tantangan umum penanganan pelanggaran, seperti ketidaktepatan bukti awal, tidak lengkapnya identitas pelapor, hingga kesalahan klasifikasi dugaan pelanggaran. Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat diharapkan mampu memperkecil potensi kesalahan tersebut dan meningkatkan kualitas proses penanganan di tingkat kabupaten.
Simulasi Penanganan Laporan dan Temuan Secara Menyeluruh
Bagian inti kegiatan adalah simulasi langsung penerimaan laporan dan temuan, yang melibatkan seluruh peserta sesuai peran dan struktur kerja masing-masing. Simulasi mencakup:
- Tahapan awal penerimaan laporan dari masyarakat, termasuk pemeriksaan kelengkapan syarat formil dan materil.
- Proses pencatatan laporan melalui Formulir A, penyusunan bukti awal, hingga pengisian format registrasi.
- Proses penanganan temuan oleh pengawas, mulai dari identifikasi kejadian hingga penulisan kronologi.
- Penyusunan dokumen kajian, analisis legal, hingga persiapan rekomendasi kepada pihak terkait.
- Tata kelola administrasi yang harus sesuai dengan SOP, lengkap dengan batas waktu penanganan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Simulasi berjalan aktif dan interaktif. Peserta diminta menelaah berbagai skenario kasus pelanggaran yang sering terjadi, seperti dugaan politik uang, netralitas ASN, pelanggaran kampanye, pemasangan alat peraga yang tidak sesuai ketentuan, hingga potensi kecurangan pada masa tenang. Setiap tahapan dievaluasi bersama untuk memastikan kesesuaian dengan regulasi dan SOP Bawaslu.
Pimpinan Tekankan Pentingnya SDM Responsif dan Kompeten
Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, Wanhar, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas SDM merupakan investasi penting dalam menjaga integritas pemilu. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran, baik komisioner maupun sekretariat, memiliki peran strategis dalam memastikan proses pengawasan berjalan profesional dan bebas dari kesalahan administrasi.
“Saat tahapan pemilu berjalan, kecepatan dan ketepatan respons adalah kunci. Kita tidak boleh ragu, tidak boleh salah langkah. Kegiatan hari ini adalah bagian dari penguatan fondasi kita sebagai lembaga pengawas,” ujar Wanhar.
Anggota Bawaslu Beldia Putra dan Laurensius Simatupang menambahkan bahwa konsistensi penerapan SOP adalah elemen fundamental dalam menjaga kredibilitas lembaga. Mereka turut memberikan penjelasan teknis serta contoh-contoh kasus faktual yang pernah terjadi pada pemilu sebelumnya untuk memperkaya pemahaman peserta.
Sekretariat Jadi Tulang Punggung Administrasi Penanganan Pelanggaran
Plt. Kepala Sekretariat, Maityus Fajri, menekankan pentingnya kerapian administrasi, akurasi dokumen, serta pemahaman staf sekretariat sebagai pendukung utama proses penanganan pelanggaran. Ia menegaskan bahwa tanpa sekretariat yang kuat, proses penanganan pelanggaran tidak akan berjalan optimal.
“Setiap laporan, setiap temuan, setiap dokumen harus ditangani tepat waktu dan sesuai format. Ketelitian kita di sekretariat menentukan kualitas akhir dari penanganan pelanggaran,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi, tanya jawab, dan evaluasi simulasi. Peserta diberikan kesempatan menyampaikan kendala yang mungkin dihadapi selama tahapan pemilu dan solusi yang perlu dipersiapkan sejak dini.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat mempertegas komitmennya untuk terus memperkuat internal lembaga, meningkatkan kompetensi SDM, serta memastikan seluruh jajaran mampu menghadapi dinamika dan tantangan pengawasan pemilu dengan lebih siap, profesional, dan terukur.
***
Foto : Humas
Editor : Humas