Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat Gelar Rapat Kerja Teknis Evaluasi Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran Pemilu

Foto Bersama kegiatan Rakernis Evaluasi Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran Pemilu bersama Panwascam se-Kabupaten Pasaman Barat di The ZHM Premiere Hotel Padang pada Sabtu, 1/02/2025.

Foto Bersama kegiatan Rakernis Evaluasi Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran Pemilu bersama Panwascam se-Kabupaten Pasaman Barat di The ZHM Premiere Hotel Padang pada Sabtu, 1/02/2025.

Padang, 1 Februari 2025 — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pasaman Barat menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Evaluasi Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran Pemilu bersama Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan se-Kabupaten Pasaman Barat. Acara berlangsung di The ZHM Premiere Hotel Padang pada Sabtu, 1 Februari 2025.

Rakernis ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi kelembagaan dan meningkatkan efektivitas pengawasan pemilu di tingkat kecamatan. Salah satu fokus utama dalam pertemuan ini adalah evaluasi terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) pengawas pemilu, yang dinilai sebagai aspek krusial dalam memastikan kelancaran dan integritas pelaksanaan pemilu.

“Pengawasan pemilu yang efektif hanya bisa terwujud jika didukung oleh SDM yang kompeten, terlatih, dan memahami tugas serta tanggung jawabnya. Melalui evaluasi ini, kami ingin memastikan bahwa setiap anggota Panwaslu Kecamatan memiliki kapasitas yang memadai untuk menjalankan fungsi pengawasan secara profesional,” ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, Wanhar.

Para peserta membahas pentingnya penilaian kinerja terhadap SDM Panwaslu yang sudah bertugas, termasuk dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan masing-masing individu. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar dalam merancang program pelatihan lanjutan, meliputi pemahaman regulasi pemilu, teknik pengawasan yang adaptif, serta kemampuan komunikasi publik yang efektif.

Selain itu, rapat juga mengulas tantangan teknis dan strategis dalam penanganan pelanggaran, serta perlunya koordinasi antarlembaga untuk mempercepat proses penanganan kasus dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.

“Tujuan akhir dari kegiatan ini adalah agar pengawasan pemilu di Pasaman Barat dapat berjalan dengan lebih maksimal, responsif terhadap pelanggaran, dan mampu mendorong terciptanya pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas,” tambah Wanhar.

 

**

Foto : Humas

Editor : Udhe