Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat Gelar Rapat Dalam Kantor untuk Penguatan Manajemen SDM Pengawas dan Kesekretariatan
|
pasamanbarat.bawaslu.go.id || SIMPANG EMPAT, Dalam rangka memperkuat kapasitas kelembagaan dan meningkatkan kualitas pengawasan Pemilu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasaman Barat menggelar Rapat Dalam Kantor (RDK) yang berfokus pada Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Pengawas dan Kesekretariatan. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat pada Rabu (17/9) dan dihadiri oleh jajaran pimpinan, staf, serta para pengelola administrasi.
RDK ini dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, Wanhar, didampingi oleh anggota Bawaslu, Beldia Putra dan Laurencius Simatupang. Turut hadir Kepala Sub Bagian Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, serta seluruh jajaran staf sekretariat Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat. Kehadiran lengkap seluruh jajaran ini menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi internal demi mewujudkan pengawasan Pemilu yang profesional, transparan, dan berintegritas.
Fokus pada Penguatan Peran Pengawas dan Sekretariat
Dalam rapat ini, berbagai hal strategis dibahas, khususnya terkait penguatan peran pengawas Pemilu di lapangan dan peningkatan kapasitas kelembagaan. Ketua Bawaslu Pasaman Barat, Wanhar, dalam arahannya menegaskan pentingnya penyelarasan visi dan misi antar semua unsur, baik pengawas maupun sekretariat, agar pelaksanaan pengawasan Pemilu dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
“Manajemen SDM yang baik adalah kunci utama keberhasilan Bawaslu dalam mengawal proses Pemilu. Pengawas di lapangan dan staf sekretariat harus memiliki pemahaman yang sama, komunikasi yang jelas, serta semangat yang selaras agar setiap tahapan Pemilu dapat diawasi secara optimal,” ujar Wanhar.
Ia juga menekankan bahwa Bawaslu harus memiliki SDM yang adaptif dan mampu merespons dinamika Pemilu yang terus berkembang, terutama di era digitalisasi informasi dan tantangan politik yang semakin kompleks.
Pemetaan Kebutuhan SDM dan Penguatan Kapasitas
Salah satu agenda utama dalam rapat ini adalah pemetaan kebutuhan SDM di seluruh tingkatan pengawasan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap posisi yang strategis dalam proses pengawasan memiliki tenaga yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Beldia Putra, Anggota Bawaslu Pasaman Barat, menyampaikan bahwa pemetaan SDM sangat penting untuk mengantisipasi beban kerja yang meningkat seiring mendekatnya tahapan Pemilu. Dengan pemetaan yang tepat, Bawaslu dapat mengoptimalkan kinerja jajaran pengawas dan meminimalisasi risiko ketidakefisienan dalam pengelolaan sumber daya.
“Melalui pemetaan SDM yang akurat, kita bisa memastikan bahwa setiap personel Bawaslu memiliki peran yang jelas dan efektif dalam menjalankan tugasnya. Hal ini juga membantu kita merencanakan pelatihan dan pengembangan yang tepat sasaran,” jelas Beldia Putra.
Selain itu, dalam rapat ini juga dibahas strategi penguatan kapasitas melalui pelatihan berkelanjutan, termasuk pemahaman regulasi terbaru, teknik pengawasan di lapangan, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung kinerja pengawasan.
Sinkronisasi antara Pengawas dan Sekretariat
Poin penting lainnya dalam RDK ini adalah sinkronisasi kerja antara jajaran pengawas dengan sekretariat. Sinkronisasi ini bertujuan agar kedua unsur tersebut dapat bekerja secara harmonis dan saling mendukung, baik dalam aspek teknis pengawasan maupun administrasi kelembagaan.
Laurencius Simatupang, Anggota Bawaslu Pasaman Barat, menekankan bahwa sekretariat memegang peran vital dalam menopang operasional pengawasan. Menurutnya, tanpa koordinasi yang baik antara pengawas dan sekretariat, pelaksanaan pengawasan tidak akan berjalan maksimal.
“Sekretariat dan pengawas ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Kolaborasi yang solid akan menciptakan sistem pengawasan yang lebih tangguh dan mampu merespons berbagai tantangan Pemilu secara cepat dan tepat,” ungkap Laurencius Simatupang.
Dalam diskusi yang berlangsung, peserta rapat juga menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan maupun dalam proses administrasi. Hal ini kemudian menjadi bahan evaluasi bersama untuk menentukan langkah perbaikan ke depan.
Menyongsong Pemilu yang Berkualitas
Melalui RDK ini, Bawaslu Pasaman Barat berharap dapat memperkuat kesiapan internal menjelang tahapan Pemilu yang semakin dekat. Rapat ini bukan hanya sebagai forum evaluasi, tetapi juga sebagai sarana untuk merumuskan strategi ke depan, khususnya dalam menghadapi tantangan pengawasan yang semakin kompleks dan dinamis.
Dengan adanya penguatan manajemen SDM dan peningkatan koordinasi internal, Bawaslu Pasaman Barat optimis mampu menjalankan tugas pengawasan secara profesional dan akuntabel.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap pengawas dan staf sekretariat memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan tugasnya. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk mewujudkan Pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas,” tutup Wanhar.
Kegiatan RDK ini menjadi langkah strategis Bawaslu Pasaman Barat dalam memperkuat kelembagaan dan memastikan proses pengawasan Pemilu berjalan dengan prinsip Luber dan Jurdil – langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
***
Foto : Humas
Editor : Humas