Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat Gelar Rapat Dalam Kantor Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan Tema: “Proyeksi Strategis Pengawasan dalam Menghadapi Pemilu Nasional dan Lokal”
|
pasamanbarat.bawaslu.go.id || Pasaman Barat, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pasaman Barat menyelenggarakan kegiatan Rapat Dalam Kantor (RDK) Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan dengan mengangkat tema “Proyeksi Strategis Pengawasan dalam Menghadapi Pemilu Nasional dan Lokal”, Senin (1/12), bertempat di ruang rapat kantor Bawaslu Pasaman Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus merumuskan strategi pengawasan yang adaptif dalam menghadapi dinamika penyelenggaraan pemilu di tingkat nasional maupun lokal pada tahun-tahun mendatang.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat, Wanhar, yang menegaskan bahwa tantangan pengawasan pemilu ke depan semakin kompleks. “Bawaslu harus terus memperbarui strategi, menguatkan koordinasi, serta meningkatkan kompetensi jajaran agar mampu merespons perubahan regulasi dan dinamika politik dengan cepat dan tepat,” ujarnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Bawaslu Pasaman Barat Beldia Putra dan Laurensius Simatupang, Plt. Kepala Sekretariat Maityus Fajri, Kabag P3S Ronny Sulistio, serta seluruh jajaran sekretariat Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat. Keterlibatan struktural ini memastikan bahwa penguatan kelembagaan tidak hanya fokus pada aspek teknis pengawasan, tetapi juga menyentuh kualitas dukungan administrasi yang menjadi fondasi keberhasilan Bawaslu.
Rapat ini juga menghadirkan narasumber Fahrezi, yang memberikan materi terkait analisis risiko serta proyeksi tantangan pengawasan pada Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal. Dalam paparannya, Fahrezi menekankan pentingnya pendekatan berbasis data untuk memetakan potensi kerawanan, penguatan pencegahan, serta koordinasi lintas lembaga. “Ke depan, kerja-kerja pengawasan tidak cukup hanya pada tahapan pemilu, tetapi juga pada pra dan pasca tahapan. Penguatan literasi kepemiluan publik juga menjadi kunci,” jelasnya.
Selain itu, kegiatan turut dihadiri oleh perwakilan KPU Kabupaten Pasaman Barat, Kodim 0305, serta unsur media lokal. Keikutsertaan para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang berintegritas, transparan, dan akuntabel. Kolaborasi ini juga diharapkan memperkuat sinergi antarinstansi dalam pencegahan potensi kerawanan dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.
Anggota Bawaslu, Laurensius Simatupang, juga menambahkan bahwa perencanaan strategis yang matang mutlak diperlukan agar Bawaslu mampu mengantisipasi dinamika kompetisi politik yang semakin tinggi. “Pengawasan tidak hanya memerlukan ketelitian, tetapi juga kemampuan membaca situasi dan mengantisipasi potensi pelanggaran. Karena itu, penguatan kapasitas SDM dan penyelarasan kelembagaan menjadi prioritas utama,” tuturnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Sekretariat Maityus Fajri menekankan perlunya dukungan administratif yang kuat agar proses pengawasan di lapangan dapat berjalan maksimal. Ia menegaskan bahwa koordinasi internal sekretariat menjadi bagian penting dalam menunjang kelancaran tugas-tugas pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu.
Melalui pelaksanaan RDK ini, Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat berharap dapat melahirkan rumusan strategi pengawasan yang komprehensif, responsif, dan selaras dengan perkembangan regulasi serta situasi politik terkini. Bawaslu juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas lembaga dan meningkatkan kualitas demokrasi lokal melalui kerja-kerja pengawasan yang profesional, berintegritas, serta berpihak pada kepentingan publik.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi yang berlangsung dinamis antara peserta, narasumber, dan perwakilan instansi terkait. Diskusi tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi penting untuk penguatan pengawasan dan peningkatan koordinasi antar lembaga pada penyelenggaraan pemilu yang akan datang.
***
Foto : Humas
Editor : Humas